• moduspenipuan.jpg
  • SAMBUTAN 2019.png
  • slide.jpg

KETUA MA RESMIKAN PENGOPERASIAN 14 PENGADILAN TIPIKOR YANG DI PUSATKAN DI PN BANJARMASIN.

IMG_7388BANJARMASIN-HUMAS, Kamis. 28 April 2011. Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk memberantas korupsi. Ketua Mahkamah Agung RI DR. H. Harifin A Tumpa, SH.MH. Kembali meresmikan 14 Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang di pusatkan di Pengadilan Negeri Banjarmasin. 

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI no. 022/KMA/SK/II/2011 Tentang Pengoperasian 14 Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Medan, Pengadilan Negeri Padang, Pengadilan Negeri Pekanbaru, Pengadilan Negeri Palembang, Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Pengadilan Negeri Serang, Pengadilan Negeri Yogyakarta, Pengadilan Negeri Banjarmasin, Pengadilan Negeri Pontianak, Pengadilan Negeri Samarinda, Pengadilan Negeri Makassar, Pengadilan Negeri Mataram, Pengadilan Negeri Kupang Dan Pengadilan Negeri Jayapura. Yang di bacakan oleh Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung - RI Nurhadi, SH.,MH. 

Dalam sambutannya Harifin A Tumpa mengatakan bahwa Pengadilan Tipikor merupakan amanat UU No. 46 Tahun 2009. diantara Pengadilan Tipikor akan di bentuk di setiap ibu kota provinsi seluruh Indonesia. Dan pembentukan Pengadilan Tipikor untuk ibu kota provinsi harus di laksanakan dalam jangka waktu 2 Tahun Hal ini merupakan tugas Mahkamah Agung untuk membentuk Pengadilan Tipikor yang harus sudah selesai pada akhir tahun 2011. 

Sebelumnya Pengadilan Tipikor yang telah beroperasi diantaranya yang pertama kali pada awal tahun 2010 di Pengadilan Jakarta Pusat dan ke dua yang di pusatkan di Surabaya meliputi 3 wilayah hukum antara lain Surabaya, Semarang dan Bandung dan sekarang akan di resmikan 14 (tiga) Pengadilan Tipikor yang dipusatkan di pengadilan Negeri Banjarmasin. Dengan terbatasnya anggaran maka peresmian pengadilan tipikor ini secara bertahap dan betapa sulitnya mencari para calon hakim ad hoc tipikor yang memenuhi persyaratan. 

Pada seleksi pertama yang di laksanakan pada akhir tahun 2009 + 300 orang yang mendaftar, yang lulus hanya 26 orang diantaranya 4 orang untuk tingkat kasasi, 4 orang untuk tingkat banding dan 18 orang untuk tingkat pertama. Seleksi tahap ke dua yang laksanakan pada bulan November 2010 berhasil lulus sebanyak 56 orang dan telah mengikuti pelatihan sertifikasi hakim ad hoc tipikor perkara korupsi yang selesai pada 11 desember 2010 dan segera di ajukan ke presiden untuk di angkat menjadi hakim ad hoc tipikor.

Pengadilan tipikor merupakan mata rantai dalam penegakan hukum dan harapan masyarakat sebagai tumpuan terakhir dalam penanganan perkara korupsi. Oleh karena itu hakim harus mampu untuk menangani perkara korupsi dengan berbekal ilmu dan pengalaman serta integritas moral yang tinggi pasti akan mampu menangani perkara tersebut dan para tersangka tentu saja dengan berbagai dalih atau cara untuk membentengi dirinya dari jeratan hukum, dengan cara mempengaruhi hakim seperti penyuapan dan kekuasaan yang akan di gunakan untuk menekan para hakim.

Pengadilan adalah tempat untuk mencari keadilan bagi para pencari keadilan dan hakim tidak boleh semena-mena terhadap perkara yang sedang diproses serta yang benar harus dinyatakan benar dan yang salah harus di nyatakan salah. 

Harifin A Tumpa juga berharap dan mungkin ini harapan semua masyarakat bahwa pengadilan tipikor ini tidak akan terlalu sibuk dan bahkan mungkin tidak ada perkara korupsi, karena kalau ini terjadi tentu korupsi makin berkurang. Namun demikian semua para aparat peradilan harus tetap semangat dalam melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya yang di bebankan oleh bangsa dan Negara kepada saudara-saudara dengan segala pengorbanan yang mungkin akan saudara temui pada persidangan, misalnya tempat persidangan yang belum memadai dan fasilitas lain yang belum mencukupi. 

Di akhir sambutannya Harifin A Tumpa berharap kepada para mitra pengadilan tipikor terutama mitra dari kejaksaan, komisi pemberantasan korupsi, kepolisian serta kanwil hukum dan ham dapat terjalin hubungan yang harmonis saling menghargai , saling membantu dan tidak mengurangi independensi dari masing-masing mitra terkait, tentu saja hal tersebut dalam rangka mewujudkan integritid criminal justice system.

Hadir dalam acara ini Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, para Ketua Muda , para Hakim Agung , para pejabat dari empat lingkungan peradilan,serta undangan lainya seperti Pimpinan KPK, Pejabat Mabes Polri, Wakil Jaksa Agung, Wakil Komisi Yudisial, Anggota Komisi III DPR RI, Ka Kanwil Hukum dan Ham, Gubernur Provinsi Banjarmasin Rudi Arifin serta para pejabat muspida setempat.

sebagai tanda beroperasinya Pengadilan Tipikor di 14 wilayah yang dipusatkan di Banjarmasin Ketua MA melakukan penekanan Tombol sirene yang didampingi oleh para aparat penegak Hukum serta unsur Muspida setempat dilanjutkan pengguntingan pita oleh Ny Herawati Harifin A Tumpa dan melakukan peninjauan ruang sidang,ruang tahanan dll. (sf,ds.ats/mt)

PETA

petaindonesia

Alamat Kami

Jl. Mayjen DI Panjaitan No. 165 - Kendari

Telp. 0401-3190310 

Fax. 0401-3192097

email : ptkendari@yahoo.co.id

map : silahkan klik disini

Gallery

galery

Pengunjung

836983
Hari Ini
Kemarin
Mgg Ini
Mgg Kemarin
Bln Ini
Total
566
1385
7077
803847
10233
836983
IP Anda 18.208.126.130
15:24 11-07-2020